Aku Seorang Introvert

Dinding yang dulunya kosong itu, kini lah penuh dengan berbagai coretan. Coretan akan berbagai mimpi serta ilmu. Disanalah tempatku selalu pulang dan menceritakan kisahku. Yaa... kisahku yang hanya aku ceritakan pada diriku sendiri. Aku memang aneh dan mereka memanggilku Introvert.

Introvert... aku sendiri tidak tahu arti sesungguhnya tentang apa itu introvert, dan mengapa orang-orang memanggilku begitu? Bukankah aku ini ya diriku sendiri? Siapa itu introvert?
Well, beberapa orang menganggapku aneh dan berbeda, beberapa juga menganggapku tidak normal, beberapa menganggapku memiliki penyakit yang harus disembuhkan. Apakah introvert itu suatu penyakit?
Lalu akhirnya aku mencari tahu apa itu introvert. Dan aku menemukan jawaban bahwa  introvert adalah sebuah kepribadian, dia bukan suatu penyakit, bukan pula suatu hal yang memalukan. Dia adalah Introvert.

Introvert bukannya aneh, dia hanya berbeda. Dan menjadi berbeda bukanlah sesuatu yang salah. Aku selalu bertanya-tanya apakah introvert tidak boleh bermimpi dan menikmati hidupnya sebagaimana kepribadian yang lainnya? Apakah salah menjadi berbeda?

Aku bukan tidak menyukai orang-orang dan kehidupan keramaian, aku bukan pula tidak ingin bergaul dan bercengkrama dengan teman-teman serta orang-orang sekitar. Aku tidak pula menutup diri dari semua orang. Aku hanya menikmati waktu bersama diriku sendiri.
Engkau hanya tidak tahu, bahwa aku dapat memperhatikan hal-hal kecil pada diri orang-orang, aku bahkan akan mampu menghafal nama-nama lengkap teman-teman sekelasku, walau kau pikir aku tidak pernah bertegur sapa dengan mereka. Aku bukan pula tidak ingin bergabung dan bersosialisasi dengan mereka, hanya saja aku tidak tahu apa yang harus aku bicarakan dengan mereka, beberapa kali aku sering mencari topik pembahasan yang bahkan tidak masuk akal sekalipun, tidak masuk dalam pembahasan, dan pada akhirnya aku menjadi bukan diriku sendiri. Itu seperti aku melakukan hal yang sia-sia untuk diriku sendiri. Menjadi palsu bukanlah keahlianku.
Kau juga hanya tidak tahu, bahwa aku punya teman walau tidak banyak, namun aku bisa menjadi diriku sendiri. 
Kau juga hanya tidak tahu, beberapa kali aku menyapa orang-orang, namun mereka acuh tak acuh seakan tidak melihatku. 
Bukan, aku bukannya pendiam, kau hanya tidak tahu aku bisa menghabiskan sehari semalam bercerita dan bercanda dengan teman-temanku.
Bukan, aku bukannya tidak percaya diri, kau hanya tidak tahu bahwa aku selalu senang dan tampil maksimal ketika mendapat kesempatan untuk tampil di depan orang banyak, meskipun dengan gemetaran.
Bukan, aku bukannya senang menyendiri, kau hanya tidak tahu aku tidak senang berada dalam kesendirian. Namun aku juga tidak nyaman berada dalam hiruk pikuk kerumunan banyak orang.
Aku juga bukannya lemah, aku hanya tidak sampai hati menyakiti hati orang-orang dengan perkataanku dan perbuatanku yang kasar. Engkau hanya tidak tahu bahwa aku lebih senang berbicara hati ke hati dan memahami cara pandang dan cara pikir orang lain.
Aku bukannya tidak tegas, engkau hanya tidak tahu bagaimana aku melihat dan berpikir akan hal-hal tertentu secara matang sebelum aku bertindak.
Aku juga bukannya seorang yang mementingkan kesempurnaan, engkau hanya tidak tahu bagaimana memberikan yang terbaik untuk dirimu sendiri dan juga orang-orang yang selalu mengharapkan kebaikan dan kebahagiaanmu.

Aku Introvert, sebagaimana yang kau katakan. Tapi aku tidak akan menyesalinya, karena ini adalah diriku, diriku yang sesungguhnya.
 

Comments